Asap Cair

Asap CairAsap cair tempurung kelapa mengandung senyawa fenol, yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri/jamur sehingga dapat digunakan sebagai pengawet maupun disinfektan. Memanfaatkan limbah asap pada industri pembuatan arang tempurung kelapa menjadi asap cair akan menaikkan nilai tambah bagi industri tersebut, bahkan dapat mengatasi pencemaran lingkungan.

Hasil modifikasi sistem produksi asap cair mampu meningkatkan produksi asap cair dari 1,7 liter/jam menjadi 3,5 liter/jam. Dari hasil spektra kromatografi gas, senyawa dominan dari asap cair tempurung kelapa tersebut adalah senyawa-senyawa fenolik. Empat senyawa dengan area terbesar adalah senyawa phenol, Pyrogallol 1,3-dimethyl ether 15,64%, 2-Methoxy-p-cresol 11,53%, Pyrogallol trimethyl ether 8,65%, dan p-Ethylguaicol 6,58%. Tidak ditemukan senyawa-senyawa PAH, formaldehyde, termasuk Benzo(a)pyren pada asap cair yang diuji. Kandungan LD50 pada asap cair lebih besar dari 15000 mg/kg BB dan dikategorikan sebagai bahan yang tidak toksik.


Pada uji aktivitas antimikroba dan kapang menunjuk-kan asap cair dengan konsentrasi 1% sudah dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan kapang. Perlakuan konsentrasi asap cair dan pelilinan pada pepaya memberikan pengaruh yang berbeda nyata pada susut bobot, penurunan kekerasan, total padatan terlarut dan total kapang. Pelilinan memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap laju susut bobot, perubanan nilai kekerasan, perubahan nilai total padatan terlarut namun belum memberi-kan pengaruh nyata pada total kapang. Konsentrasi asap cair 1% dikombinasikan dengan pelilinan memberikan hasil terbaik dalam mempertahankan mutu buah pepaya (asap cair)
First